Banyak perempuan yang merasakan gairah seks justru sedang berada di puncak ketika sedang haid. Sebagian besar mungkin terpaksa menahan keinginan untuk berhubungan intim dengan suami, namun ada pula yang bersikap cuek dan tetap melakukan hubungan seksual. Ada sedikit kekhawatiran bahwa gesekan penis akan menyebabkan rasa nyeri dan luka. Vagina yang biasanya dilumuri lendir pencegah terjadinya infeksi ketika haid tergantikan oleh aliran darah haid untuk dikeluarkan. hubungan seks yang dilakukan pada saat itu dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi. Beberapa penelitian bahkan membuktikan kalau infeksi penyakit menular seksual, seperti gonorhea, HIV, dan berbagai penyakit lainnya juga meningkat pada wanita yang melakukan hubungan seksual pada saat sedang haid. Akibat lanjut dari infeksi ini adalah kemungkinan terjadinya perlengketan alat reproduksi sehingga fungsi organ reproduksi pun menjadi terganggu, sehingga proses kehamilan menjadi sulit terjadi. Selain itu, perlengketan alat reproduksi tadi juga dapat menyebabkan nyeri panggul yang cukup parah.
Opini tentang boleh atau tidaknya seks ketika haid sudah beredar, ada 2 kemungkinan alasan yang ada, ada sebagian orang bilang bahwa tidak masalah namun ada juga yang bilang tidak boleh dengan dilihat dari segi kesehatan dan agama.
Meskipun begitu, dilihat dari kacamata estetika dan kesehatan, hubungan seksual yang dilakukan saat haid sangat tidak dianjurkan karena:
• Saat haid terjadi peluruhan lapisan endometrium (lapisan dinding rahim bagian dalam) yang mengandung berbagai macam protein serta asam amino. Namun, jika ternyata tidak terjadi pembuahan, maka endometrium tersebut bisa menjadi media yang sangat baik bagi pertumbuhan berbagai penyakit. Nah, bisa dipastikan kuman penyakit yang masuk ke endometrium ini masuk melalui pintu vagina. Selain vagina, penis juga bisa membawa kuman penyakit dari luar.
• Jika si perempuan menderita salah satu dari sekian banyak penyakit STD (Sexually Transmitted Diseases) seperti herpes dan gonorrhea, maka darah haid merupakan medium yang sangat baik untuk berpindahnya virus atau bakteri penyebab penyakit tersebut kepada pasangan.
• Saat haid, vagina dipastikan dalam kondisi yang sangat sensitif. Jika dipaksakan terjadi penetrasi, biasanya si perempuan akan merasa sakit dan perih karena terkoyak. Jika sudah begini, maka akan membutuhkan waktu lama untuk penyembuhan.
• Para pakar kesehatan mengatakan, saat terjadinya penetrasi dikhawatirkan akan ada udara masuk ke dalam rahim sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan, bahkan bisa mengantar ke kematian.
Lalu, apakah hubungan saat haid bisa menyebabkan penyakit seperti kanker rahim? Jawabannya tidak. Mereka yang berisiko terkena kanker rahim lainnya adalah perempuan yang sering menderita infeksi di daerah kelamin, yang banyak melahirkan anak, dan perempuan perokok. Perempuan perokok mempunyai risiko dua kali lebih besar daripada perempuan bukan perokok.
Jadi, berhubungan intim saat menstruasi tidak menjadi faktor risiko. Namun, tetap bisa menimbulkan infeksi. Ada baiknya Anda dan pasangan sedikit bersabar untuk menikmati seks yang lebih sehat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar