Laman

Rabu, 02 Februari 2011

bayi laki2 atau perempuan??


Mitos dan fakta seputar bagaimana mendapatkan jenis kelamin bayi yang diinginkan masih tetap menjadi pembicaraan yang menarik dan mendapat perhatian lebih dari masyarakat. 
Konsultan ginekologi obstetric dan endokrin reproduktif dari Brawijaya Women and Children Hospital Jakarta, Prof. Dr. dr. Med. Ali Baziad, Sp.OG (K) mengatakan jika memang kemudian jenis kelamin yang didapat sesuai dengan harapan, sebenarnya itu hanya faktor kebetulan saja.  “Terus terang saja, itu hanya mitos dan testimoni yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara ilmiah,” tegas Prof. Ali. Nah, agar Anda tak makin bertanya-tanya, berikut sejumlah fakta yang dipaparkan Prof. Ali seputar kiat mendapatkan anak laki-laki atau perempuan.

Cuka vs Soda Kue 
Mitos : Beberapa orang percaya dengan mengondisikan vagina dalam keadaan asam atau basa dapat mempengaruhi terjadinya anak laki-laki dan perempuan. Misalnya, jika sebelum berhubungan seks istri membasuh vaginanya dengan larutan soda kue, bisa mendapatkan anak laki-laki. Sedangkan jika vaginanya dibasuh dengan larutan cuka, akan didapat anak perempuan. 
Fakta : Vagina dalam kondisi alami memiliki pH yang rendah atau asam. Pada kondisi ini bakteri dapat berkembang baik dan menekan perkembangan bakteri patogen. Meski demikian, pada kondisi asam sel sperma tetap dapat berenang dengan baik untuk mencapai sel telur di dalam tuba. Jika suasana ini diubah dengan tujuan menyortir sel sperma XX atau XY, tetap tak bisa menjamin 100 persen akan tersortir sesuai keinginan pasangan. 

Daging vs Sayur 
Mitos : Mengonsumi jenis makanan tertentu juga dipercaya bisa mempengaruhi pH vagina dan kualitas sel sperma, sehingga dapat memperbesar kemungkinan mendapat anak laki-laki atau perempuan. Contohnya, jika istri banyak makan sayuran dan suami banyak makan daging, bisa didapat anak perempuan. Demikian pula sebaliknya. 
Fakta : Mitos ini, menurut Prof. Ali, tetap sulit dipertanggungjawabkan, karena tak ada penjelasan logis yang bisa menerangkan manfaat langsung dari mengonsumsi jenis makanan tadi. 

Jika dilakukan pun, tak menjamin harapan untuk memiliki anak dengan jenis kelamin tertentu benar-benar akan terwujud. “Kalaupun ada yang berhasil, itu hanya faktor kebetulan saja.”, tegas Prof. Ali. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar